GSB

Gamma Sigma Beta

Gamma Sigma Beta 2017

Press Release

Selajawis

Selajawis

Selamat Jalan Wisudawan Statistika atau yang biasa dikenal dengan Slajawis merupakan salah satu program kerja rutin Himpunan Mahasiswa Profesi Gamma Sigma Beta (GSB) yang dilaksanakan oleh Departemen Human Resource and Development (HRD), Slajawis ini bertujuan untuk menyambut dan memberi penghargaan kepada mahasiswa Statitsika yang telah menyelesaikan studinya di IPB. Pada tanggal 22 Februari 2017, terdapat

Artikel

  • sSS.jpg

    Kebijakan Baru IPB dalam Dua Tahun Terakhir, Apa Kata Mahasiswa?

    SSA

       Dua tahun bukanlah waktu yang singkat. Dalam dua tahun tersebut, kebijakan-kebijakan baru muncul dan mewarnai perbincangan mahasiswa IPB. Jargon IPB, Sistem Informasi Akademik (SIMAK) IPB, Green Transportation, serta fenomena Mozaic Picture pada Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) 53 kerap menjadi topik obrolan hangat di kalangan mahasiswa S1 IPB dalam dua tahun belakangan.

       Lantas, sudah efektifkah kebijakan-kebijakan baru tersebut? Bagaimana tanggapan dan penilaian mahasiswa? Kami mahasiswa Departemen Statistika IPB yang tergabung dalam Himpunan Profesi Gamma Sigma Beta, Departemen Survey and Research mengadakan survei mengenai kebijakan-kebijakan baru tersebut. Bagaimana hasilnya?

       Beberapa waktu lalu, bertepatan dengan MPKMB 53 serta beriringan dengan euphoria IPB sebagai tuan rumah Pekan Inovasi Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-29, IPB mengadakan sayembara untuk membuat jargon IPB. “Jiwa nusantara! Berdiri di atas kaki sendiri. Berkarya untuk bumi pertiwi. IPB, Digdaya! IPB, Digdaya! IPB, Digdaya!” , begitulah bunyi jargon yang memenangkan sayembara itu. Berdasarkan survey kami, 55,80 persen mahasiswa S1 IPB mengetahui bahwa IPB sudah memiliki jargon. Bahkan, 63,52 persen dari 55,80 persen itu juga mengetahui bunyi jargon.  Namun, hanya 46,48 persen dari 55,80 persen tersebut hafal bunyi jargon.

       Sebanyak 74,59 persen mahasiswa berpendapat, jargon ini dapat meningkatkan rasa semangat bagi mahasiswa. Menurt 72,40 persen mahasiswa, jagon ini juga mampu mewjudkan rasa bangga terhadap almamater tercinta, Institut Pertanian Bogor. Namn sayangnya, 59,02 persen mahasiswa masih merasa publikasi jargon tersebut belum dilakukan secara menyeluruh.

        Selain jargon, tahun ini IPB juga baru meresmikan penggunaan SIMAK sebagai situs penunjang informasi akademik bagi mahasiswa, terhitung tahun ajaran 2016/2017. Mahasiswa angkatan 52 mungkin tak merasakan adanya ‘perbedaan’, karena mata kuliah sewaktu tingkat pertama sudah dijadwal dengan rapi oleh pihak PPKU. Namun, mahasiswa angkatan 50 dan 51 tentu memiliki kesan tersendiri, karena sebelumnya terbiasa menggunakan web KRS online. Mahasiswa menilai web SIMAK IPB sudah 65,38 persen mudah diakses, selain itu tampilan dan pengelolaannya sdah baik. Meski Begitu, mahasiswa menyarankan untuk melakukan pembaruan dan perbaikan bagi web simak. Juga akan lebih baik bila SIMAK tersedia dalam aplikasi android.  

         Dalam rangka menyambut salah satu visi IPB sebagai Green Campus tahun 2020, IPB mulai menerapkan berbagai kebijakan. Salah satunya, sistem transportasi dalam kampus. Sebelumnya, jumlah kendaraan bermotor yang memasuki kawasan IPB Dramaga rata-rata hariannya meningkat pesat sampai 3.076 kendaraan per harinya pada tahun 2014. Pada tahun 2015, jumlah kendaraan bermotor yang memasuki kawasan IPB bertambah semakin pesat hingga mencapai angka 10.619 kendaraan per hari. Hal ini tentu selain mengakibatkan tingkat pencemaran yang tinggi di kawasan kampus, juga dikhawatirkan mengganggu keamanan dan ketertiban di IPB.

        IPB kemudian menerapkan Green Transportation. Kendaraan bermotor kini hanya boleh diparkir di empat titik; parkiran GWW, parkiran Menwa, parkiran Fapet, serta parkiran GreenTV. Untuk akses di dalam kampus, mahasiswa dapat menggunakan bus, mobil listrik, atau berjalan kaki. Kendaraan yang boleh masuk ke IPB pun dibatasi. Untuk mencapai hal tersebut, IPB melakukan pendataan terhadap STNK yang legal memasuki gerbang utama IPB. Rata-rata mahasiswa IPB menilai, kebijakan Green Transportation ini sudah 50,00 persen efektif.

       Menurut 61,13 persen mahasiswa, fasilitas bus dan mobil listrik yang disediakan belum memenuhi kebutuhan mobilitas mahasiswa. Sangat disayangkan pula, fasilitas tersebut tidak disediakan secara cuma-cuma. Mahasiswa secara tidak langsung perlu merogoh kocek sebesar 1000 rupiah setiap menggunakan fasilitas bus dan 2000 rupiah setiap menggunakan mobil listrik; dikatakan tidak langsung karena pembayaran dilakukan menggunakan tap cash, bukan dengan uang tunai. Tetapi, hanya 42,39 persen mahasiswa yang setuju dengan metode pembayaran tersebut.

        Mahasiswa berharap, transportasi ini dapat disediakan secara gratis. Selain itu, dilengkapi dengan jadwal keberangkatan bus dan mobil litrik yang teratur. Kapasitas bus dan mobil listrik juga perlu ditambah, agar daya tampung lebih optimal. Penggunaan tapcash mungkin perlu ditinjau kembali, serta perlu ada penertiban lebih lanjut terhadap kendaraan yang berada dalam kampus.

       Salah satu fenomena yang menarik perhatian banyak orang adalah keberhasilan IPB memecahkan rekor dunia dalam pembentukan formasi atau “The Most Mozaic Picture Formation” dengan formasi transisi tercepat yaitu 42 detik dan jumlah formasi terbanyak yakni 7 formasi. Penghargaan yang diberikan oleh Record Holder Republic(RHR) Registry of Official World Records ini melibatkan 6.052 mahasiswa baru program S1 dan D3 IPB.

       Sebanyak 77,83 mahasiswa merasa bangga terhadap mozaic picture, 89,4 persen mahasiswa berpendapat bahwa mozaic picture yang dibentuk ini dapat membuat IPB semakin terkenal. Sebanyak 79,23 persen mahasiswa juga setuju jika formasi ini mampu meningkatkan kekompakan mahasiswa, sehingga akan baik jika dilaksanakan efektif setiap tahun.  Namun sayangnya, 88,28 persen mahasiswa menilai formasi ini menghabiskan banyak tenaga dan biaya.

       Kebijakan-kebijakan baru IPB memiliki tujuan yang baik. Untuk itu, dalam rangka optimisasi pelaksanaan kebijakan-kebijakan baru ini, harapannya sosialisasi lebih digencarkan lagi di kalangan civitas akademika, seperti sosialisasi Green Transportation dan jargon IPB. Kebijakan-kebijakan yang mendukung IPB menuju Green Campus 2020 juga perlu ditinjau kembali, jangan sampai kebijakan tersebut memberatkan pihak mahasiswa. Semoga kebijakan IPB semakin baik dan adil selalu, untuk IPB kita yang lebih baik.

    Department of Survey and Research

    Gamma Sigma Beta

    Department of Statistics, Bogor Agricultural University

     

     

     

    read more
    gsbipbKebijakan Baru IPB dalam Dua Tahun Terakhir, Apa Kata Mahasiswa?
  • maxresdefault.jpg

    Sistem Satu Arah Kota Bogor, Apa Kata Masyarakat?

    SSA

    BOGOR – Gaung pengumuman uji coba Sistem Satu Arah (SSA) di seputar Kebun Raya dan Istana Bogor terdengar di seluruh penjuru Kota Hujan. Berbagai media cetak maupun online membahas kebijakan ini dalam berita utamanya.

    Tak ketinggalan, berbagai komunitas di Facebook, Line, Instagram, dan berbagai social media lainnya turut membicarakan kebijakan sistem satu arah ini.

    Kebijakan SSA merupakan salah satu langkah Pemkot Bogor untuk mengurangi kemacetan, juga sekaligus pembenahan sistem transportasi di Kota Bogor. SSA memang direncanakan sejak lama, sudah melewati serangkaian kajian di sepanjang tahun 2015.

    Sosialisasi digencarkan jauh-jauh hari agar masyarakat paham mengenai kebijakan ini. Pemkot juga sudah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait dalam mensterilkan beberapa kawasan dari pedagang kaki lima (PKL).

    Uji coba SSA sendiri telah dilaksanakan dalam dua sesi; sesi pertama pada 1-4 April 2016, dilanjut sesi kedua pada tanggal 5-18 April 2016.

    Dalam penerapannya, rute SSA dibuat searah jarum jam untuk memperlancar arus lalu lintas di seputaran Kebun Raya dan Istana Bogor. Selain itu, akan mempermudah pelayanan umum karena hampir 90% pelayanan publik (kantor/lembaga/instansi/sekolah) ada di seputar Kebun Raya di sisi kiri jalan. Sehingga masyarakat tidak perlu menyebrang lagi.

    Setelah masa uji coba berakhir, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akhirnya memutuskan untuk memberlakukan sistem satu arah (SSA) di seputar Istana dan Kebun Raya Bogor secara permanen.

    Lantas, bagaimana dari sisi masyarakat? Apakah maksud dan tujuan baik dari kebijakan ini sudah dapat dirasakan oleh masyarakat?

    Untuk mengetahui itu, kami mahasiswa S1 Statistika IPB yang tergabung dalam Himpunan Profesi Gamma Sigma Beta, Departemen Survey and Research melakukan survei terhadap persepsi masyarakat mengenai pelaksanaan sistem satu arah (SSA) di seputar Kebun Raya dan Istana Bogor.

    Metode yang kami gunakan adalah metode purposive, dengan responden berjumlah 305 orang dipilih secara acak. Analisis parameter proporsi, 1:3:3 untuk Supir Angkot : Kendaraan Pribadi : Penumpang (kendaraan umum).

    Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan, tujuan sistem satu arah untuk mengatasi kemacetan, menata estetika kota, serta memudahkan akses ke lokasi pelayanan publik sebagian sudah tercapai. Namun sebagian lagi belum, akibat masih terjadi penumpukan kendaraan di sejumlah ruas daerah sehingga terkesan ‘macet’, serta rute perjalanan yang mengitari Kebun Raya Bogor mengakibatkan jarak terasa lebih jauh.

    Karena itu, kebijakan ini menuai pro dan kontra dari berbagai pihak, baik pemilik kendaraan pribadi, supir angkot, maupun penumpang kendaraan umum.

    Sebagian menyatakan bahwa sistem satu arah ini mengurangi kemacetan di Kota Bogor, juga menjadikan jalanan lebih rapi dan teratur. Selain itu ada pula yang merasa perjalanan terasa lancar, cepat, dan nyaman sebagai akibat dari mudahnya akses perjalanan di tengah kota.

    Namun, sebagian masyarakat merasa perjalanan menjadi jauh dan terasa lama. Kemacetan juga tak bisa dihindarkan di beberapa ruas jalan di luar rute SSA. Masyarakat lokal mengalami penurunan pendapatan, beberapa supir angkutan umum juga mengeluhkan kerugian yang mereka tanggung akibat penerapan kebijakan SSA ini.

    Beberapa pihak menyarankan pemerintah untuk kembali ke kebijakan awal. Namun, tak sedikit juga masyarakat yang mendukung kebijakan ini agar tetap dilanjutkan. Harapannya, jalanan dapat lebih tertib dan teratur. Mungkin pengurangan jumlah angkutan umum dapat menjadi salah satu solusinya. Selain itu, seiring dengan permanennya kebijakan ini, Pemkot perlu melakukan kajian ulang dalam rangka penyempurnaan kebijakan; kaji rambu-rambu, traffic light, penyempitan jalan dan bottle neck lainnya.

    Heroes of Survey
    Department of Survey and Research
    Himpunan Profesi Gamma Sigma Beta
    Statistika IPB
     
    read more
    gsbipbSistem Satu Arah Kota Bogor, Apa Kata Masyarakat?
  • asuransi.jpg

    Memilih Asuransi Syariah ?

    Asuransi memang sudah sangat populer saat ini. Keluarga hingga perusahaan hampir seluruhnya menggunakan asuransi untuk menyejahterakan anggotanya. Banyak jenis asuransi, kita yang menentukan asuransi apa yang kita butuhkan. Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), tentang asuransi atau pertanggungan seumurnya, Bab 9, Pasal 246, Asuransi  atau Pertanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu. Pada asuransi biasa, nasabah membayarkan dana asuransi kepada perusahaan sehingga dana yang terkumpul (premi) tersebut menjadi milik perusahaan. Bagaimana dengan asuransi syariah?

    Asuransi syariah berdasarkan tolong-menolong, kepemilikan dana asuransi merupakan hak peserta. Pembagian keuntungan pada asuransi syariah dibagi antara perusahaan dengan peserta sesuai prinsip bagi hasil dengan proporsi yang telah ditentukan. Ada dua kemungkinan: (1) kontribusi lebih besar dari jumlah klaim, maka terdapat yang namanya Surplus Keuntungan; atau (2) klaim lebih besar dari jumlah kontribusi,  maka terdapat Defisit Keuntungan. Nah ini yang membedakan dengan asuransi konvensional. Surplus Keuntungan dibagi dengan ketentuan: 60% ditahan dalam saldo Tabarru (hibah); 30% diberikan kepada peserta dan 10% kepada pengelola (perusahaan asuransi). Pembagian Surplus Keuntungan kepada peserta adalah proporsional sesuai kontribusi. Semakin besar kontribusi, porsi surplus keuntungan semakin besar. Dan sebaliknya. Tapi, kalau dilihat dalam proposal, pembagian surplus keuntungan ini tidak akan terlihat. Harus ditanyakan ke agen atau perusahaan asuransi bagaimana dan berapa pembagian surplus selama ini. Bagaimana jika terjadi defisit keuntungan. Pertama diambil dari saldo Tabarru. Jika masih kurang, pinjaman dengan akad Qardh (pinjaman) kepada perusahaan asuransi untuk menutup defisit. Selama masih defisit, pembagian surplus keuntungan tidak dilakukan.

    Pada asuransi syariah peserta asuransi melakukan risk sharing (berbagi risik) dengan peserta yang lainnya. Maka, jika nasabah asuransi syariah mengajukan klaim, dana klaim berasal dari rekening Tabarru (hibah) seluruh peserta. Selain itu juga, terdapat Dewan Pengawas Syariah yang bertugas mengawasi pelaksanaan prinsip ekonomi syariah di Indonesia, termasuk mengeluarkan fatwa atau hukum yang mengaturnya. Perusahaan asuransi syariah di Indonesia juga semakin bertambah karena dianggap sesuai, bukan hanya sebagai asuransi tetapi sebagai wadah untuk saling membantu dan kerjasama. Tapi, itu semua kembali kepada kita, pilih asuransi dan jenis yang sesuai karena itu akan sangat berguna untuk kita kedepannya.

     

    By : Junjun Wijaya

    read more
    gsbipbMemilih Asuransi Syariah ?

Department

  • Survey and Research

    Departemen Survey and Research (SURE) merupakan salah departemen di Himpro GSB IPB yang bergerak dalam bidang survey dan riset. Departemen ini berusaha membantu mahasiswa/i untuk meningkatkan keahlian dalam bidang survei, mulai dari merancang survei, membuat kuesioner, pelaksanaan survei serta menginterpretasikan hasilnya.

  • Analisis Data

    Departmen Analisis Data berada di bawah Himpunan Profesi Gamma Sigma Beta (GSB) IPB 2016 yang memiliki program kerja dengan kegiatannya diharapkan dapat menumbuhkan semangat mahasiswa Statistika IPB dalam hal belajar, berorganisasi, dan menambah keahlian di bidang Statistika sebagai bekal dalam menghadapi dunia kerja. Kegiatan ini diharapkan pula dapat memperkenalkan dunia statistik lebih jauh kepada mahasiswa

  • Database Center

    Database Center (DBC) adalah salah satu departemen GSB yang memiliki fokus di bidang manajemen pusat data. DBC mengumpulkan serta mengelola berbagai database yang terkait dengan kepengurusan GSB. Web merupakan pusat media dan menampung berbagai macam program kerja DBC. Selain itu, DBC juga bertugas sebagai pusat informasi dan komunikasi bagi mahasiswa/i Statistika IPB.

  • Human Resources Development

    Departemen Human Resources Development mempunyai visi Penguatan kapasitas internal. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Membangun jejaring eksternal yang sinergis dan berbasis pada pengembangan Sumber Daya Manusia dalam tubuh Himpunan Keprofesian Gamma Sigma Beta.

  • Beta Club

    Departemen Beta Club mempunyai visi Meningkatkan softskill mahasiswa statistika dalam berbahasa asing dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

  • Sains

    Salah satu departemen GSB IPB yang berfokus pada persoalan akademik , ilmu statistika dan prestasi. Sains memiliki program kerja yang dapat meningkatkan kemampuan akademik maupun non akademik dan meraih mahasiswa dalam meraih prestasi.

  • Kesekretariatan

    Departmen Kesekretariatan berada di bawah Himpunan Profesi Gamma Sigma Beta (GSB) IPB 2017 yang memiliki program kerja MADESKA. Melalui MADESKA ini mahasiswa statistika dapat memperoleh informasi tentang dunia statistika melalui media cetak.

  • Badan Pengawas

Jasa Statistika

Konsultan Data | Bengkel Survei | Bimbel Outlier

resyafirmansClassic