Blog

Latest News and Updates

sSS.jpg

Kebijakan Baru IPB dalam Dua Tahun Terakhir, Apa Kata Mahasiswa?

SSA

   Dua tahun bukanlah waktu yang singkat. Dalam dua tahun tersebut, kebijakan-kebijakan baru muncul dan mewarnai perbincangan mahasiswa IPB. Jargon IPB, Sistem Informasi Akademik (SIMAK) IPB, Green Transportation, serta fenomena Mozaic Picture pada Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) 53 kerap menjadi topik obrolan hangat di kalangan mahasiswa S1 IPB dalam dua tahun belakangan.

   Lantas, sudah efektifkah kebijakan-kebijakan baru tersebut? Bagaimana tanggapan dan penilaian mahasiswa? Kami mahasiswa Departemen Statistika IPB yang tergabung dalam Himpunan Profesi Gamma Sigma Beta, Departemen Survey and Research mengadakan survei mengenai kebijakan-kebijakan baru tersebut. Bagaimana hasilnya?

   Beberapa waktu lalu, bertepatan dengan MPKMB 53 serta beriringan dengan euphoria IPB sebagai tuan rumah Pekan Inovasi Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-29, IPB mengadakan sayembara untuk membuat jargon IPB. “Jiwa nusantara! Berdiri di atas kaki sendiri. Berkarya untuk bumi pertiwi. IPB, Digdaya! IPB, Digdaya! IPB, Digdaya!” , begitulah bunyi jargon yang memenangkan sayembara itu. Berdasarkan survey kami, 55,80 persen mahasiswa S1 IPB mengetahui bahwa IPB sudah memiliki jargon. Bahkan, 63,52 persen dari 55,80 persen itu juga mengetahui bunyi jargon.  Namun, hanya 46,48 persen dari 55,80 persen tersebut hafal bunyi jargon.

   Sebanyak 74,59 persen mahasiswa berpendapat, jargon ini dapat meningkatkan rasa semangat bagi mahasiswa. Menurt 72,40 persen mahasiswa, jagon ini juga mampu mewjudkan rasa bangga terhadap almamater tercinta, Institut Pertanian Bogor. Namn sayangnya, 59,02 persen mahasiswa masih merasa publikasi jargon tersebut belum dilakukan secara menyeluruh.

    Selain jargon, tahun ini IPB juga baru meresmikan penggunaan SIMAK sebagai situs penunjang informasi akademik bagi mahasiswa, terhitung tahun ajaran 2016/2017. Mahasiswa angkatan 52 mungkin tak merasakan adanya ‘perbedaan’, karena mata kuliah sewaktu tingkat pertama sudah dijadwal dengan rapi oleh pihak PPKU. Namun, mahasiswa angkatan 50 dan 51 tentu memiliki kesan tersendiri, karena sebelumnya terbiasa menggunakan web KRS online. Mahasiswa menilai web SIMAK IPB sudah 65,38 persen mudah diakses, selain itu tampilan dan pengelolaannya sdah baik. Meski Begitu, mahasiswa menyarankan untuk melakukan pembaruan dan perbaikan bagi web simak. Juga akan lebih baik bila SIMAK tersedia dalam aplikasi android.  

     Dalam rangka menyambut salah satu visi IPB sebagai Green Campus tahun 2020, IPB mulai menerapkan berbagai kebijakan. Salah satunya, sistem transportasi dalam kampus. Sebelumnya, jumlah kendaraan bermotor yang memasuki kawasan IPB Dramaga rata-rata hariannya meningkat pesat sampai 3.076 kendaraan per harinya pada tahun 2014. Pada tahun 2015, jumlah kendaraan bermotor yang memasuki kawasan IPB bertambah semakin pesat hingga mencapai angka 10.619 kendaraan per hari. Hal ini tentu selain mengakibatkan tingkat pencemaran yang tinggi di kawasan kampus, juga dikhawatirkan mengganggu keamanan dan ketertiban di IPB.

    IPB kemudian menerapkan Green Transportation. Kendaraan bermotor kini hanya boleh diparkir di empat titik; parkiran GWW, parkiran Menwa, parkiran Fapet, serta parkiran GreenTV. Untuk akses di dalam kampus, mahasiswa dapat menggunakan bus, mobil listrik, atau berjalan kaki. Kendaraan yang boleh masuk ke IPB pun dibatasi. Untuk mencapai hal tersebut, IPB melakukan pendataan terhadap STNK yang legal memasuki gerbang utama IPB. Rata-rata mahasiswa IPB menilai, kebijakan Green Transportation ini sudah 50,00 persen efektif.

   Menurut 61,13 persen mahasiswa, fasilitas bus dan mobil listrik yang disediakan belum memenuhi kebutuhan mobilitas mahasiswa. Sangat disayangkan pula, fasilitas tersebut tidak disediakan secara cuma-cuma. Mahasiswa secara tidak langsung perlu merogoh kocek sebesar 1000 rupiah setiap menggunakan fasilitas bus dan 2000 rupiah setiap menggunakan mobil listrik; dikatakan tidak langsung karena pembayaran dilakukan menggunakan tap cash, bukan dengan uang tunai. Tetapi, hanya 42,39 persen mahasiswa yang setuju dengan metode pembayaran tersebut.

    Mahasiswa berharap, transportasi ini dapat disediakan secara gratis. Selain itu, dilengkapi dengan jadwal keberangkatan bus dan mobil litrik yang teratur. Kapasitas bus dan mobil listrik juga perlu ditambah, agar daya tampung lebih optimal. Penggunaan tapcash mungkin perlu ditinjau kembali, serta perlu ada penertiban lebih lanjut terhadap kendaraan yang berada dalam kampus.

   Salah satu fenomena yang menarik perhatian banyak orang adalah keberhasilan IPB memecahkan rekor dunia dalam pembentukan formasi atau “The Most Mozaic Picture Formation” dengan formasi transisi tercepat yaitu 42 detik dan jumlah formasi terbanyak yakni 7 formasi. Penghargaan yang diberikan oleh Record Holder Republic(RHR) Registry of Official World Records ini melibatkan 6.052 mahasiswa baru program S1 dan D3 IPB.

   Sebanyak 77,83 mahasiswa merasa bangga terhadap mozaic picture, 89,4 persen mahasiswa berpendapat bahwa mozaic picture yang dibentuk ini dapat membuat IPB semakin terkenal. Sebanyak 79,23 persen mahasiswa juga setuju jika formasi ini mampu meningkatkan kekompakan mahasiswa, sehingga akan baik jika dilaksanakan efektif setiap tahun.  Namun sayangnya, 88,28 persen mahasiswa menilai formasi ini menghabiskan banyak tenaga dan biaya.

   Kebijakan-kebijakan baru IPB memiliki tujuan yang baik. Untuk itu, dalam rangka optimisasi pelaksanaan kebijakan-kebijakan baru ini, harapannya sosialisasi lebih digencarkan lagi di kalangan civitas akademika, seperti sosialisasi Green Transportation dan jargon IPB. Kebijakan-kebijakan yang mendukung IPB menuju Green Campus 2020 juga perlu ditinjau kembali, jangan sampai kebijakan tersebut memberatkan pihak mahasiswa. Semoga kebijakan IPB semakin baik dan adil selalu, untuk IPB kita yang lebih baik.

Department of Survey and Research

Gamma Sigma Beta

Department of Statistics, Bogor Agricultural University

 

 

 

gsbipbKebijakan Baru IPB dalam Dua Tahun Terakhir, Apa Kata Mahasiswa?
Share this post

Join the conversation